Minggu, 31 Oktober 2010

Ilmu Kebumian di Indonesia dan perannya dalam Mitigasi Bencana

Belakangan ini bencana geologi (geohazard) semakin sering melanda negeri kita. Ditengah ramainya dunia pemberitaan, hal-hal tentang gempa pun hadir ke dalam benak banyak orang. Orang tua, orang muda, dan anak-anak yang selama ini kurang (atau bahkan tidak) memerhatikan soal-soal gempa kini banyak yang terpaku lama menyaksikan reportase dari wilayah bencana melalui TV atau membacanya di media cetak dan online.

sebaran gempa bumi di Indonesia

sebaran gempa bumi di Indonesia

Wajar, jika pada akhirnya negeri kita rentan terhadap bencana geologi. Seperti yang kita tahu, bahwa negeri kita merupakan jalur Ring of fire. Namun tidak hanya itu, Indonesia merupakan lokasi pertemuan tiga lempeng benua, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indoaustralia, dan Lempeng Pasifik. Oleh karenanya, hampir seluruh wilayah Indonesia rentan terhadap bencana Geologi, terkecuali Pulau Kalimantan.

Melihat begitu besarnya potensi bencana negeri kita, mau tidak mau, suka atau tidak, siap atau tidak, pasti kita menghadapinya. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali terjadi bencana geologi di negeri ini, pastilah memakan korban. Lantas, bagaimanakah solusinya?

Ketua DPR kita, Marzuki Ali mengatakan bahwa korban tsunami di Mentawai adalah resiko mereka yang tinggal di pantai. Jika tidak ingin menjadi korban tsunami, ya jangan tinggal dipantai. Memang ada benarnya apa yang dikatakan beliau. Namun apakah itu solusi yang tepat? saya rasa sama sekali tidak. Kalau begitu apa bedanya dengan pernyataan ” Orang yang menjadi Korban bencana adalah resiko tinggal di Indonesia, Jika tidak ingin menjadi koraban bencana, maka jangan tinggal di Indonesia”.

Bencana Geologi merupakan bencana yang tak mungkin bisa dihindari. Ini artinya, kita tak mungkin bisa mengatur gempa sebagaimana kita mengatur banjir dengan kanal (meskipun di Indonesia banjir merupakan bencana yang sulit dihindari). Oleh karenanya, yang bisa kita lakukan adalah dengan meminimalisasi kerugian akibat bencana, baik itu kerugian harta maupun nyawa. Tindakan inilah yang kita sebut sebagai Mitigasi Bencana Geologi (salah satu mata kuliah saya di Teknik Geofisika Unila, hehe).

Di Indonesia sendiri, mitigasi bencana sudah lama dilakukan, hanya saja kurang begitu maksimal. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa mitigasi bencana di Indonesia kurang maksimal atau bisa dibilang kecolongan. Diantaranya antara lain (menurut saya), kurangnya sosialisasi, Instrumen yang kurang memadai, tidak teraturnya Koordinasi penanganan bencana, dan yang terakhir, kurangnya Ahli yang benar-benar concern dalam menangani masalah ini.

Sosialisasi adalah adalah hal yang sangat vital dalam suatu mitigasi. Karena tanpa sosialisasi, seideal apapun prosedur mitigasi maka hasilnya akan sama dengan nol. Karena objek utama dari mitigasi adalah masyarakat. Itu Artinya, pembelajaran terhadap masyarakat mutlak diperlukan. Agar masyarakat bisa memahami potensi bencana apa saja yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah mereka. Pemahaman mitigasi yang yang perlu ditanamkan adalah Pra, saat dan Pascabencana. Persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum bencana itu terjadi, Hal apa saja yang dilakukan ketika bencana itu terjadi, dan Tindakan apa saja yang dilakukan setelah bencana itu berlalu.

Namun sayang, sosialisasi sendiri masih sangat kurang dilakukan. Sehingga masih banyak masyarakat yang lebih mempercayai Intuisi Dukun daripada Instansi terkait. Lagipula, saat ini masih rancu mengenai tugas siapa ini. Pemerintah kah? atau Masyarakat itu sendiri. Sayang pemerintah masih kurang begitu memperhatikan hal ini. Bisa di bilang pemerintah lebih suka gratisan. Seperti tahun kemarin, ada proyek KKN Mahasiswa di daerah Lampung Barat mengenai penelitian potensi bencana berikut sosialisasinya. Awalnya saya cukup tertarik, Namun ketika saya tahu bahwa seluruh biaya ditanggung mahasiswa itu sendiri, Ya saya tolak. Lagipula tidak ada mata kuliah KKN dijurusan saya, jadi tak begitu masalah, hehehe. Namun setidaknya, program kerja Himpunan mahasiswa Jurusan pada tahun ini salah satunya adalah Sosialisasi mengenai Mitigasi Bencana, mudah-mudahan bisa berjalan.

Yang kedua Adalah Instrumen. Sudah menjadi rahasia bangsa ini bahwa sebagian besar instrumen kebencanaan yang kita miliki adalah hasil “ekspor”. Kalau tidak dari Jepang, ya Amerika. Cukup dimaklumkan, karena teknologi kita belum mampu sampai sana. Namun parahnya, Ketika alat tersebut dipasang di tempat-tempat tertentu, belum sampai dipakai, alatnya sudah hilang entah kemana. contohnya: Alat pendeteksi tsunami. Huft, sampai mengelus dada sendiri kadang-kadang dibuatnya.

Yang ketiga adalah koordinasi penanganan bencana. Saya tak ingin membahasnya panjang lebar, karena bisa dilihat oleh anda sendiri. Contohnya, saat terjadi bencana di Mentawai yang sibuk adalah Tanjung Priok. Semua bantuan tertumpuk di sana, kalau makanan mungkin bisa busuk. Kantong mayat yang habis, dll. Yang saya heran, apakah TNI masuk kedalam sistem penanganan bencana. Karena yang sering saya lihat setiap kali ada bencana, pasti selalu ada TNI. Memang tidak salah. Namun kalau begitu ceritanya, sekalian saja TNI diintegrasikan kedalam sistem penanganan bencana. Supaya semua bisa terkoordinasi.

Satu lagi, Pejabat jangan terlalu sering berkunjung ke tempat bencana. Karena akan merepotkan relawan maupun korban.

Yang terakhir adalah Sumber daya manusia. Apakah Indonesia Kurang SDMnya? saya rasa tidak. Karena jurusan Geologi dan Geofisika saya rasa mencukupi. Namun pertanyaannya ke mana mereka selama ini? jawabannya adalah mereka lebih banyak bekerja di sektor eksplorasi migas maupun pertambangan. Ya, mereka lebih suka kesana, karena pertimbangan Salary yang lebih menjanjikan. Lagi pula, pemerintah sepertinya tidak pernah memeperhitungkan keberadaan mereka.

Padahal jika pemerintah mau, mereka pun tak segan membantu setidaknya dalam hal sosialisasi. Kalau masalah pengetahuan, saya rasa pengatahuan mahasiswa Geofisika cukup memadai dalam hal kegempaan. Baik mengenai pengetahuannya maupun mitigasinya. Karena selain mempelajari teknik-teknik eksplorasi, mahasiswa geofisika juga mempelajari mengenai seismologi, Volkanologi, maupun Mitigasi. Selain itu juga mereka belajar bagaimana memanfaatkan metode-metode geofisika untuk tujuan mitigasi.

Tapi sayang, wacana mengenai pemanfaatan ilmu-ilmu kebumian hanya muncul ketika bencana besar terjadi dan setelah korban dirasa cukup untuk membuat tema ” Indonesia Menangis” atau “pray for Indonesia”.

Setelah berlalu, semua wacana itu menguap entah kemana. Dan pada akhirnya, Mahasiswa-mahasiwa itupun harus berpikir realistis untuk masa depan mereka sendiri.

Sebagaimana studi tentang hutan, iklim, atau vulkanologi, ilmuwan ahli kebumian Indonesia punya peluang besar untuk berkontribusi dalam sains yang hebat ini karena Indonesia sering disebut sebagai laboratorium alam yang unik. Sumbangan ilmiah ini maknanya tidak saja sebatas pemerkayaan ilmu pengetahuan, tetapi juga terkait dengan masa depan manusia. Salam

Makanan Asia yang menjijikkan dan mengerikan

Jantung Kobra, Vietnam



Sudah dibuat menjadi acara TV, di liput, di buat blog. Seorang Reporter melaporkan ketika datang ke pengalaman aneh di Asia, menelan jantung kobra hidup di Vietnam yang sulit dikalahkan.

Di Vietnam, seperti Anthony Bourdain, makan jantung mentah, diikuti oleh pemburu darah kobra. Lainnya, seperti Wali Howard Marks, mencobanya sambil segelas anggur beras.

Cobra hati diyakini untuk meningkatkan kejantanan laki-laki di Vietnam, kata ahli gastroenterologist , Harry Teicher. Dia member tahu rasanya "seperti tiram yang menarik."


Balut, Phillippines





Balut, atau setengah-bebek atau telur ayam, dimakan di Asia dengan sedikit garam. Balut Rebus dan ringan dapat ditemukan di seluruh pasar makanan jajanan di Filipina, Vietnam, Laos dan Kamboja.


Tarantula Goreng, Kamboja



Cerita berlanjut di saat Kamboja kala itu, kelaparan dan putus asa di bawah pemerintahan Khmer Merah pada 1970-an, mulai makan tarantula goreng dalam untuk mencegah rasa lapar mereka. Praktek ini macet, dan sekarang tarantula goreng, dilihat oleh penduduk setempat sebagai makanan lezat, dengan mempercantik efek.

Di dapat di Kota pasar Skuon di Kamboja Spiderville. Laba-laba biasanya digoreng dengan gula, garam dan bawang putih.


Darah kerang, Shanghai



Darah kerang di China sendiri sudah menginfeksi 310.000 orang dengan hepatitis A di Shanghai pada tahun 1988, menyebabkan negara untuk melarang jenis krustasea tersebut.

Jadi mungkin tampak seperti kegilaan yang masih ada laporan dari foodies melanggar larangan di restoran kota dan pasar gelap. Dimakan segera setelah dicelupkan dalam air panas, kerang darah Shanghai dilaporkan memiliki rasa, asin mentah yang menonjol dalam budaya makanan yang adalah semua tentang kesegaran.

Fakta bahwa hal itu hampir tidak dimasak juga berarti itu adalah waktu virus termasuk hepatitis, tifus dan disentri, berkat perairan tercemar dekat Shanghai yang kerang hidup masuk ke dalam tubuh.


Fugu (Ikan Kembung), Jepang






Sejauh ini paling terkenal di Jepang, fugu, atau ikan kembung, mengandung dosis mematikan dari racun tetrodotoxin dalam organ tersebut, yang tidak diketahui. Jika tidak disiapkan dengan benar, hidangan ini dikenal untuk membunuh penggemar makanan dan minuman dengan cara yang lambat dan mengerikan. Racun yang ada melumpuhkan otot-otot tubuh sementara korban sepenuhnya sadar, dan perlahan-lahan ia meninggal karena sesak napas.

Harus disiapkan dengan benar, bagaimanapun, itu diketahui meninggalkan rasa geli di lidah. Koki sekitar Jepang harus melewati putaran tes ketat untuk dilisensikan untuk melayani ikan, tapi itu tidak menghapus kecelakaan keracunan fugu, seperti kematian aktor kabuki Bando Mitsugoro setelah berlebihan mengkonsumsi empat hati fugu pada tahun 1975.

Bagi yang ingin bermain roulette Jepang , makan ini bisa menuju Shimonoseki, rumah fugu Jepang terbesar.


Sumber: forum.vivanews.com

Gempa dan Tsunami besar dalam sejarah

Gempa berkekuatan 7,2SR yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin 25 Oktober 2010, menimbulkan serangan gelombang maut, tsunami. Seluruh pemukiman yang berada di pantai barat gugusan kepulauan itu diterjang tsunami sehingga menewaskan lebih dari 400 orang.

Indonesia tidak lagi asing dengan bencana itu. Pada Desember 2004, tsunami besar terjadi di Aceh. Lalu tiga bulan berikutnya terjadi di Nias. Setahun lagi, tepatnya 17 Juli 2006, tsunami juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat.

Rekam jejak tunami ternyata sudah terjadi sejak tahun 6.000 Sebelum Masehi. Laman media ilmiah Livescience.com mencatat daftar tsunami maha dahsyat yang pernah terjadi di bumi.

6.000 SM
Gugusan salju besar di Sisilia longsor dan jatuh ke laut. Longsor yang terjadi pada 8 ribu tahun lalu ini memicu bencana tsunami tersebar di Laut Mediterrania. Tidak ada catatan sejarah bencana ini. Hanya para ilmuwan geologi memperkirakan tsunami dengan kecepatan 320 kilometer per jam ini mencapai ketinggian gedung 10 lantai.

1 November 1755
Setelah gempa yang menghancurkan Lisbon, Portugal, dan mengguncang sebagian besar Eropa. Orang-orang banyak yang berlindung di perahu. Namun, tsunami justru terjadi. Tak pelak bencana ini menewaskan lebih dari 60 ribu orang.

27 Agustus 1883
Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda, memicu tsunami yang menenggelamkan pesisir Sumatera, Jawa bagian utara, dan Kepulauan Seribu. Kekuatan gelombang bisa menyeret karang seberat 600 ton ke pantai. 36 ribu orang meninggal sia-sia.

15 Juni 1896
Gelombang setinggi 30 meter muncul sesaat setelah terjadi gempa di Jepang. Seluruh pantai timur disapu tsunami itu. 27 ribu orang meninggal.

1 April 1946
Gempa besar di Alaska menimbulkan gelombang besar di Hawaii. Bencana yang sering disebut sebagai misteri "April Fools Tsunami" itu menewaskan 159 orang.

9 Juli 1958
Gempa berkekuatan 8,3 SR di Alaska menyebabkan gelombang besar hingga 576 meter di Teluk Lituya, Alaska. Ini merupakan tsunami terbesar yang tercatat di zaman modern.

Untung saja, tsunami terjadi di tempat terisolir, sehingga tidak menimbulkan banyak korban. Tsunami ini hanya menyebabkan dua nelayan meninggal dunia, karena kapalnya karam diterjang ombak.

22 Mei 1960
Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat sebesar 8,6 SR di Chile. Gempa ini menciptakan tsunami yang menghantam Pantai Chile dalam waktu 15 menit. Gelombang tinggi terjadi hingga 25 meter. Tsunami ini menewaskan 1.500 orang di Chile dan Hawaii.

27 Maret 1964
Gempa Alaska "Good Friday" berkekuatan 8,4 SR, menimbulkan gelombang 67 meter di kawasan Valdez Inlet, Alaska. Gelombang dengan kecepatan 640 kilometer per jam ini menewaskan lebih dari 120 orang. Sepuluh orang di antaranya dari Crescent City, California, yang juga mendapat kiriman ombak setinggi 6,3 meter.

23 Agustus 1976
Tsunami di Filipina barat daya menewaskan 8 ribu orang. Gelombang besar ini juga dipicu gempa bumi di sekitar pantai.

17 Juli 1998
Gempa dengan kekuatan 7,1 SR menghasilkan tsunami di Papua Nugini. Gelombang besa dengan cepat membunuh 2.200 orang.

26 Desember 2004
Gempa maha dahsyat dengan kekuatan 9,3 SR mengguncang di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Gempa paling besar sepanjang 40 tahun terakhir ini menimbulkan gelombang tinggi di Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Setidaknya 320 ribu orang dari delapan negara meninggal dunia. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah.

28 Maret 2005
Tiga bulan kemudian tsunami juga terjadi di Sumatera. Gempa di lepas pantai Nias yang berkekuatan 8,7 SR itu memicu tsunami besar yang menewaskan 1.300 orang di Pulau Nias, Sumatera Barat.


sumber: vivanews.com


Rabu, 20 Oktober 2010

Saat Cinta Itu Datang

Dua tahun lalu

Diam diam, cinta itu datang padaku

Ia datang dengan mata yang begitu tak biasa

Sekilas tanpa sengaja kutatap

dan sejak itu, ia selalu menghinggap.


Kucoba untuk melupakannya,

namun dua tahun sejak pertama bertemu, kembali rasa itu datang.

Ia datang melalui binar mata yang sama, yang kulihat dua tahun lalu.

sungguh aku tak paham, namun kali ini begitu menggelora.


Kucoba untuk mengabaikannya

Namun dua tahun ku abaikan, rasa itu kini menjadi karang yang sulit untuk dibersihkan.

Ia mekar, dan berterbangan layaknya Dendelion tersibak angin.

Ia hadir laksana selaksa langit biru yang melingkupi angkasa..


Sungguh, kalau cinta mudah dihapus, maka sejak pertama tanpa sengaja kutatap matamu, cinta itu sudah kuhapus.

namun cinta tak bisa diperhitungkan dengan logika.

ia datang kepada siapa-siapa yang ia ingin datangi..

dan ia datang kepadaku terhadapmu.


Yahh, setidaknya yang harus kusadari, cinta adalah kuasa Tuhan. Ia berikan kepada hamba-hambanya yang bernyawa.

Lagipula usia sepertiku adalah usia yang sangat wajar. Tinggal bagaimana sikap kita terhadap cinta.

Cinta yang mengendalikan kita, atau kita yang mengendalikan cinta.


Paling tidak saat ini, kusambut hadirmu Cinta. Dan menikmatimu disetiap hembusan nafas.

Menyingkap helai-helai tabir rahasia kehidupan yang telah Tuhan atur sedemikian rupa.

Tak ada salahnya, untuk mengakui ketika cinta itu meghampiri.

ketika cinta kurasakan,

aku bahagia, aku menangis, aku gembira, aku tersenyum, terkadang sedikit sesak menjadi pelengkap.


Kembali lagi, Cinta adalah kuasa Tuhan

jangan sampai kita taklid buta oleh cinta yang tak jelas ujung pangkalnya.

InsyaAllah, Semua sudah diatur olehnya, agar sensasi kehidupan dapat dapat kita resapi hikmah demi hikmahnya.


Aku memang mencintaimu Cinta.

Akan kupinang kau jika tiba waktunya, dan jika Tuhan memang menjodohkan kita.


Ya Rabb, Jagalah hatiku ketika cinta itu datang. Jangan biarkan setan mendomlpeng cinta ku padanya.

Jauhkanlah cinta yang yang membuatku pudar cinta terhadapMu.



Kampung Baru, 20102010; Untuk AH

Senin, 18 Oktober 2010

Inilah Cinta

Kata Bijak - Kata Cinta. ( Mahabbah - Rabiatul Adawiyah / Sufi )

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Jumat, 08 Oktober 2010

Ayam Goreng Dari Tikus

Belakangan ini makin marak isu daging tikus. Semakin sering kita dengar pengalaman orang-orang yang memakan mi ayam dan menemukan bagian-bagian yang berbentuk aneh. Ataupun ayam goreng yang berbentuk agak aneh.

Bagi anda yg suka makan mie ayam ataupun ayam goreng, harap lebih berhati-hati.

Dibawah ini terlihat proses penggorengan ‘Ayam Goreng’ jadian. Dan ada beberapa tip untuk membedakan antara ayam goreng benaran dengan ayam goreng jadian.

Inilah wujud asli jadi Ayam Goreng Jadi-Jadian

Dibakar (kelihatan seperti alat las) untuk menghilangkan bulu

Di potong supaya menyerupai bentuk ayam

Dibumbui agar bau tikusnya hilang, mungkin sekalian dikasih kaldu ayam

Ayam Goreng Jadian itu siap digoreng

Siap Disantap dan Memang lah menyerupai ayam goreng benaran

Ayam Goreng Jadian ini kelihatan lezat terutama bagi yang perutnya lagi keroncongan

Lemak yang berlebihan dari Ayam goreng jadian ini.

Walaupun kelihatan mirip sekali dengan ayam goreng benaran, dibawah ini sedikit tips untuk membedakan antara ayam goreng tikus dengan ayam goreng benaran :

1. Dari dagingnya, walaupun sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, akan tetapii daging tikus lebih banyak lemaknya dan seratnya lebih halus daripada ayam benaran (seperti foto diatas yang penuh dengan minyak dibagian paha).

2. Dari kulitnya, perhatikan lebih teliti lagi apakah pori-porinya besar atau kecil. Kalau pori-pori kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh adalah rambut. Pori-pori dari bulu (ayam) adalah lebih kasar daripada pori-pori bulu (tikus)

3. Dari tulangnya (emang yang ini agak susah), kalau ayam: bagian dada ya ada si tulang rawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulang rusuk, dsb. Kalau tikus akan terdapat sedikit sekali tulang di bagian punggung nya, dsb.

4. Dari harga, kalau harganya terlalu murah, lebih banyak kemungkinan kalau adalah ayam goreng jadian

5. Kalau tukang ayamnya dekat dengan rumah, datangi tuh tukang ayam sesering mungkin untuk membeli sayap. Kalo ga pernah ada sayapnya, patutlah anda curigai karena seperti kita tahu, salah satu ciri khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin ada pada tikus.

Demikian lah, lebih berhati-hatilah kalau membeli ayam goreng…


Sumber : gugling.com