Kamis, 25 September 2014

Siklus Gempabumi


Gempa  bumi  terjadi  akibat  adanya  bidang  temu  antar  lempeng  yang  terkunci  sehingga menghasilkan tekanan dan regangan yang sifatnya temporal dan spasial.  Akumulasi  energi  kompressional  dan  ekstensional  yang  telah  melewati  batas  elastisitas  batuan  akan  dilepaskan  sebagai  gelombang  gempa,  baik  dalam  arah  horizontal maupun vertikal.


Pergeseran tanah dan evolusi regangan di dekat sesar berdasarkan teori elastic rebound oleh Reid.


Gempa yang terjadi di waktu tertentu akan terulang lagi di masa yang akan datang dalam  periode  waktu tertentu, berlangsung  dalam  kurun  waktu  puluhan  hingga  ribuan  tahun.  Data  mengenai  siklus  gempa  bumi  pada  suatu  daerah  dapat  diperoleh  dari  catatan  sejarah  gempa  yang  didokumentasikan  atau  melalui penelitian  geologi,  seperti  penelitian  stratigrafi  batuan,  terumbu  karang,  paleotsunami, dan paleoseismologi.



Gempa  bumi  mempunyai  sifat  berulang, suatu gempa yang terjadi di waktu  tertentu akan terulang lagi di masa yang akan datang dalam periode waktu tertentu.  Istilah  perulangan  gempa  ini  dinamakan  siklus  gempa  bumi (Thatcher, 1984). Di  dalam  satu  siklus  gempa  bumi  terdapat  beberapa  tahapan  mekanisme  terjadinya  gempa  bumi  yang  disertai  dengan  terjadinya  deformasi  pada kerak bumi. Tahapan terjadinya gempa bumi ini biasa disebut dengan siklus  seismik  (seismic  cycle).  Secara  garis  besar,  siklus  seismik  dibagi  dalam  tiga  fase  yaitu:  inter-seismiccoseismic,  dan  postseismic. Siklus  ini  dapat  dilihat  dari  times  series  hasil  pengolahana  data  GPS  yang  terdapat  pada  gambar    berikut  ini

Siklus gempa bumi (Perfettini, 2004)


Tahapan  interseismik  merupakan  tahapan  awal  dari  suatu  siklus  gempa  bumi,  energi  dari  dalam  bumi  menggerakkan  lempeng  kemudian  terjadi  akumulasi  energi  di beberapa  bagian  lempeng  tempat  biasanya  terjadi  gempa  bumi  (batas  antar  lempeng  dan  sesar).  Tahapan  koseismik  adalah  tahapan  ketika  terjadinya  gempa  bumi.  Tahapan  poseismik  adalah  tahapan  ketika  sisa-sisa  energi  gempa  terlepaskan  secara  perlahan  dalam  kurun  waktu  yang  lama  sampai  kondisi  kembali ke tahap awal. 


Contoh siklus gempa mentawai berdasarkan studi terumbu karang. (Sieh & Natawidjaja et al 2008)


Artikel yang terkait dengan siklus gempa bumi: Relaksasi Viskoelastik



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar jika dirasa perlu

Adi Yuza